Ads

Ads

Rindu Tangisan Puan, dan para politisi yang menjual Jargon demi Rakyat

Info Ummah - Bismillah,

Dulu para politikus PDI Perjuangan di Dewan Perwakilan Rakyat dalam rapat paripurna, Sabtu, 31 Maret 2012 dinihari, terasa sangat emosional. Sejumlah anggota DPR dari partai moncong putih ini terlihat menitikkan air mata.


Tangis Puan dahulu kini tak ada lagi

Rieke Diah Pitaloka dan Ribka Tjiptaning, misalnya. Rieke, yang anggota Komisi IX DPR ini terlihat menangis tersedu-sedu saat meninggalkan ruang rapat. Ribka Tjiptaning, mantan Ketua Komisi IX DPR ini, pun sama saja. Ribka berjalan cepat meninggalkan ruang rapat didampingi Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo yang mencoba menenangkannya.

Aksi walk out riuh kala para anggota Fraksi PDI Perjuangan ini meneriakkan yel-yel khas mahasiswa. "Revolusi, revolusi, revolusi sampai mati," kata mereka seraya menuruni tangga lantai tiga gedung Nusantara II DPR.[Tempo]



Aksi Walk Out yang berpura-pura atas nama rakyat | Sumber Tempo


"Bahkan Puan Maharani kala itu terlihat menangis tersedu-sedu seolah mewakili perasaan rakyat"

Namun setelah beberapa kali menjabat dalam era pemerintahan jokowi tangis itu tak pernah lagi terdengar bahkan tak ada sedikit pun rasa empati kepada rakyat meski kini telah jadi ketua Dewan Perwakilan Rakyat.

seperti banyak diketahui saat ini kenaikan harga makin menjadi-jadi ditengah korupsi menjulang tinggi. Mulai dari naiknya TDL, Iuran BPJS dan dicabutnya berbagai macam subsidi yang makin membebani.

Dimanakah kini tangis itu?
Dimanakah jargon berjuang untuk wong cilik itu?
Ahh.. kami lupa kalian sudah asik terlena dengan jabatan yang hanya sementara itu.

(DS/*)

Posting Komentar

0 Komentar