Ads

Ads

PM China Kunjungi Pusat Karantina disaat 81 orang Tewas dan lebih dari 2000 orang terjangkit virus corona

Sumber Foto AFP

Info Ummah - Bismillah, 
 
Perdana Menteri China Li Keqiang pada Senin (27 Januari) mengunjungi Wuhan, pusat penyebaran virus corona, ketika jumlah korban naik menjadi 81 termasuk satu pejabat pemerintah.

Pada hari Minggu, ada 769 infeksi baru yang dilaporkan di Cina daratan, Komisi Kesehatan Nasional mengatakan Senin pagi, sehingga total kasus yang dikonfirmasi menjadi 2.744, termasuk 461 dalam kondisi serius.

Ada juga 25 kematian lebih dan 5.794 kasus yang diduga di seluruh negeri.

Dilansir dari Reuters melaporkan bahwa provinsi Hainan mengkonfirmasi seorang wanita berusia 80 tahun meninggal setelah terinfeksi, menandai kematian pertama provinsi tersebut dalam wabah yang menyebar dengan cepat, menurut penyiar CCTV negara.

Li, pejabat pemerintah paling senior yang mengunjungi Wuhan sejak wabah dimulai, ada di sana untuk memeriksa upaya penanggulangan pandemi dan berbicara dengan pasien dan staf medis, kata pemerintah China dalam sebuah pernyataan.

Gambar-gambar resmi menunjukkan Li mengenakan topeng wajah hijau dan gaun pelindung biru di atas jas gelap saat ia berbicara dengan petugas medis dengan pakaian serupa.

Dia mengunjungi Rumah Sakit Jinyintan di Wuhan, tempat sebagian besar pasien yang terinfeksi virus corona misterius telah dirawat.

"Ketika Anda berusaha keras untuk menyembuhkan (pasien), Anda juga harus melindungi diri sendiri," katanya kepada staf rumah sakit, menurut surat kabar resmi setempat, Changjiang Daily.

Kementerian keuangan China dan Komisi Kesehatan Nasional memperpanjang 60,33 miliar yuan (11,8 miliar dolar Singapura) untuk membantu mengendalikan penyebaran virus, menurut sebuah pernyataan di situs web kementerian yang dilansir oleh Reuters.

Wang Xianliang, direktur biro urusan agama dan etnis Wuhan, pada 26 Januari menjadi pejabat pemerintah pertama yang meninggal akibat infeksi coronavirus, melaporkan outlet berita keuangan China, Caixin. Dia berusia 62 tahun.

Sementara sejumlah kecil kasus telah dilaporkan di sekitar selusin negara lain, termasuk empat di Singapura, tidak ada korban jiwa.

Sebagian besar pasien yang terinfeksi berasal dari provinsi Hubei, di mana kota Wuhan berada, atau telah melakukan perjalanan ke daerah itu dalam beberapa pekan terakhir.

(DS/Artkel Asli STC)

Posting Komentar

0 Komentar