Ads

Ads

Jepang Carter Pesawat Khusus Untuk Mengevakuasi Warganya di Wuhan




Info Ummah - Bismillah,
Jepang telah mengirim pesawat untuk mengevakuasi warganya dari Wuhan yang terkena virus di China pada hari Selasa, menurut menteri luar negeri Jepang, karena negara tersebut telah melaporkan tiga kasus virus corona baru.

Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa bahwa pesawat yang disewa juga akan memberikan pakaian pelindung dan topeng ke Wuhan sebelum membawa sekitar 200 orang ke Tokyo pada hari Rabu pagi.

Jepang "memutuskan untuk menyediakan barang-barang bantuan darurat melalui Badan Kerjasama Internasional Jepang" ke China dalam menanggapi permintaan untuk menangani wabah, menurut situs web kementerian luar negeri.

Motegi mengatakan sekitar 650 warga negara Jepang telah menyatakan keinginan untuk kembali ke Jepang. Tokyo akan membuat pengaturan untuk menyediakan lebih banyak penerbangan charter ke Wuhan untuk mengevakuasi warga negaranya.
Ketika 200 warga negara itu kembali ke Jepang minggu ini, para pejabat harus memantau kesehatan mereka selama dua minggu ke depan untuk melihat apakah mereka mengalami gejala virus, lapor Japan Times.

"Pihak China memberi tahu kami bahwa mereka siap untuk mengambil satu penerbangan charter," kata Motegi, Reuters melaporkan. "Juga, langkah-langkah [untuk warga negara Jepang] untuk sampai ke bandara [Wuhan] telah diatur."

Dia menambahkan, "Kami akan mengirimkan penerbangan pertama ke Wuhan malam ini, yang akan membawa masker, pakaian pelindung, dan barang-barang pendukung lainnya untuk orang-orang China dan warga negara Jepang di sana."

Boeing 767 berangkat dari Bandara Haneda Tokyo setelah pukul 8 malam. waktu setempat, lapor Reuters, dan menambahkannya akan kembali pukul 7.30 pagi keesokan harinya.

Para pejabat kesehatan di Jepang melaporkan bahwa seorang pengemudi bus pria berusia 60-an di Prefektur Nara terkena virus corona dan tidak melakukan perjalanan ke Wuhan, Kyodo News melaporkan. Namun, ia mengendarai bus dari kelompok bus wisata dari kota, kata para pejabat dalam laporan itu. Sejauh ini, tujuh kasus telah dilaporkan di Jepang oleh otoritas kesehatan, dan tiga yang baru telah dikonfirmasi pada hari Selasa, menurut laporan tersebut.
Bus pengemudi melakukan perjalanan bolak-balik antara Tokyo dan Osaka antara 8 Januari dan 16 Januari, kementerian kesehatan dikonfirmasi.

Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan seorang pria berusia 40-an dari Wuhan menderita pneumonia di Prefektur Aichi, dan seorang wanita berusia 40-an dari kota yang sama didiagnosis menderita pneumonia di Hokkaido, Kyodo News melaporkan.

Ketiga pasien baru ini tidak dalam kondisi parah, kata kementerian.

Kabinet Perdana Menteri Shinzo Abe menyatakan infeksi baru sebagai "penyakit menular yang ditunjuk," yang akan memungkinkan otoritas kesehatan untuk merawat pasien yang menolak persetujuan.

"Kami akan mengambil semua langkah yang mungkin untuk mencegah penyebaran infeksi," kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga awal pekan ini, seperti dilansir Japan Times.

(DS/*)

Posting Komentar

0 Komentar